Categories: KeluargaPendidikan

4 Dosen IPB Terbaik dan Berprestasi pada Tahun 2019

Menjadi yang terbaik tentu tidak mudah. Apalagi jika berkaitan dengan sumbangsih pada negara berupa inovasi di lini penting seperti pertanian, peternakan, dan kelautan. Namun, meskipun begitu, ada beberapa dosen IPB yang menorehkan tinta emas pada tahun 2019. Siapakah mereka? Apa saja sumbangsih yang diberikan? Mengapa bisa jadi yang terbaik?

Dosen IPB Terbaik dan Berprestasi

Dosen IPB Terbaik tahun 2019

Dr. Anuraga Jayanegara

Dosen berkelahiran di Bojonegoro ini sejak tahun 2005 dipercaya sebagai peneliti di Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan. Ia juga pernah menjadi peneliti di Group of Animal Nutrition, Swiss. Meskipun sibuk dengan berbagai aktivitas di luar universitas, Anuraga Jayanegara juga aktif di beberapa organisasi seperti FORCES, ISTECS, dan lain-lain.

Status sebagai dosen berprestasi pada tingkat IPB menghampiri Anuraga Jayanegara di bulan Juli 2019. Padahal saat itu ia tengah sibuk dengan aktivitas sebagai Sekretaris Program Pascasarjana Ilmu Nutrisi Pakan. Di sela-sela kesibukannya tersebut, ia juga turut menginspirasi para mahasiswa yang masih duduk di bangku kuliah.

Ada satu buku karya Anuraga yang penting untuk disimak. Judulnya “Komponen Anti Nutrisi pada Pakan”. Buku tersebut banyak membahas tentang jenis zat antinutrisi yang ada pada bahan pangan. Dengan buku tersebut, para peneliti, mahasiswa, serta masyarakat jadi lebih mudah dalam menyeleksi bahan pangan untuk ternak yang tengah dikembangkan.

Prof. Dr. Arif Satria

Siapa yang tak kenal dengan rektor ini? Nama Arif Satria semakin populer ketika tahun 2019 ini ia memperoleh gelar bergengsi. Salah satunya Anugerah Iptek & Inovasi Widyapadhi pada sub kategori inovasi produk. Perolehan tersebut mustahil bisa dicapai tanpa semangat membangun sistem invasi lewat sumber daya, kelembagaan, dan sebagainya.

Sejak Arif Satria mengukuhkan diri sebagai sosok guru besar, ia pun bercita-cita agar penempaan ilmu pengetahuan tidak terlepas dari perkembangan teknologi. Khususnya ketika menyambut gejolak era disruptif seperti pada revolusi 4.0 ini. Oleh karena itu, IPB di bawah komandonya selalu siap mencetak banyak generasi entrepreneur yang unggul di bidang Iptek, organisasi, dan leadership.

Di tahun yang sama, Prof. Dr. Arif Satria juga memperoleh penghargaan Academic Leader 2019. Penghargaan tersebut ia dapatkan bersamaan dengan 2 dosen berprestasi lain seperti Prof. Dr. Slamet Budijanto dan Dr. Illah Sailah.

Prof. Dr. Slamet Budijanto

Pernah baca buku yang berjudul “40 Resep Kreatif Olahan: Beras Analog”? Buku tersebut merupakan karya dari dosen IPB bernama Prof. Dr. Slamet Budijanto. Apakah buku tersebut membahas tentang resep makanan seperti ibu-ibu rumah tangga? Lebih tepatnya berisi tentang penelitian seputar manfaat beras analog yang diharapkan bisa sebagai alternatif beras biasa.

Berdasarkan buku tersebut, beras analog bisa berbahan dari sagu, singkong, sorghum, dan lain-lain. Intinya, biar ketergantungan pada nasi bisa berkurang. Adapun pemanfaatan lainnya, beras analog juga bisa difungsikan sebagai bahan utama untuk membuat aneka masakan. Tentu untuk membuat variasi masakan dari beras analog memerlukan kreativitas yang tinggi.

Kedalaman Prof. Dr. Slamet Budijanto pada penelitian di sektor pangan telah membuahkan hasil dan prestasi. Salah satunya ketika terpilih untuk menerima penghargaan Academic Leader tahun 2019. Sama seperti Anuraga Jayanegara, pria yang pernah belajar di Universitas Tohoku ini juga tengah fokus pada pengembangan di area nutrisi dan bahan makanan lokal.

Dr. Illah Sailah

Dilihat dari riwayat pendidikannya, Dr. Illah Sailah memang lebih dari pantas untuk menerima penghargaan Academic Leader 2019. Sejak tahun 1981 hingga 1994, ia pernah belajar di IPB, ITB, dan Universitas Queensland. Saat ini, Dr. Illah Sailah tengah menjabat sebagai Lektor Kepala dan fokus pada prodi Teknik Industri Pertanian.

Menurut Dr. Illah Sailah, perguruan tinggi bukanlah menara gading. Maknanya bukan sesuatu yang dipandang “wah”. Akan tetapi, lebih semata-mata untuk mencetak generasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Sebagaimana halnya dengan menara air yang terus memberi manfaat pada lingkungan sekitar tanpa batas waktu.

Keren-keren ya dosen IPB di tahun 2019 ini? Biarpun masing-masing punya tugas yang berbeda, tapi tetap memiliki napas yang sama. Mereka sepakat untuk terus berupaya agar mahasiswa atau anak didik di IPB lebih serius lagi saat menekuni dunia pertanian. Khususnya pada bidang pengembangan pertanian berbasis teknologi seperti startup karena potensi di Indonesia masih sangat besar.

admin

Recent Posts

Harbolnas 2019 Hari Belanja Online Nasional 12.12

Buat menyongsong harbolnas 2019, Kamu pasti butuh mempersiapkan bermacam berbagai perihal penting terlebih dulu. Dengan terdapatnya persiapan yang matang, Kamu…

14 menit ago

Tangkap Momen Penting Bersama Keluarga dengan Oppo A9 2020

Menurut Anda, apa makna terpenting dari kebersamaan keluarga? Kehangatan, kepedulian, dan kasih sayangkah? Lalu, bagaimana jika suatu hari momen kebersamaan…

2 bulan ago

Hotel Murah Daerah Surabaya Barat

Hotel Murah Daerah Surabaya Barat - Saat sebelum admin membahas hotel surabaya, lebih- lebih buat penginapan ekonomis wilayah surabaya barat,…

3 bulan ago

Bagaimana Cara Top Up E Money ?

Bagaimana Cara Top Up E Money ? Simak jawabannya di dalam artikel berikut ini . Keberadaan E money saat ini…

3 bulan ago

Apakah Kartu Debit Sama Dengan Kartu ATM

Pertanyaan dari salah seorang pengunjung blog ini berkata "apakah debit card sama dengan kartu ATM?" begitu dia bilang. Sebelum menjawab…

4 bulan ago

Rekomendasi Shampoo Untuk Rambut Kering Terbaik

Shampoo untuk rambut kering - Rambut kering jadi salah satu permasalahan yang kerap dialami baik laki- laki ataupun perempuan. Perawatan…

5 bulan ago